03 September 2018

4 PRINSIP JITU MENGELOLA UANG GAJIMU!

Gaji kamu saat ini pas-pasan?

Atau gaji kamu tergolong besar tapi masih merasa kurang saja?

Nah selain kebutuhan hidup juga saat ini yang semakin meningkat. Seringkali kita mengalami kesulitan dalam mengatur gaji bulanan, walaupun gaji sudah meningkat. Tidak jarang, kita sering kehabisan uang sebelum pertengahan bulan.

Kenapa ya?

Banyak faktor penyebabnya, bisa jadi karena life style kita yang tinggi karena kita sering menghabiskan uang gajian kita untuk makan, nongkrong di cafe, nge-mall, nyicil ini itu karena gengsi sama rekan kerja ataupun faktor-faktor yang lain.

Pada prinsipnya dalam pengelolaan keuangan, yang namanya pendapatan harus dihabiskan. Hanya saja cara menghabiskannya harus tepat. Jika tidak, jangankan untuk berinvestasi, untuk kebutuhan sehari-hari saja mungkin kita harus terpaksa berhutang untuk memenuhinya. Cara untuk menghabiskan pendapatan yang baik adalah menggunakan prinsip 40-30-20-10.

Gimana sih cara penerapan 4 prinsip di atas? Simak penjelasan berikut ini:

PRINSIP PERTAMA: 40% DANA KEBUTUHAN HIDUP

Kebutuhan hidup atau kebutuhan sehari-hari memerlukan biaya yang cukup besar. Maka, alokasikan 40% dari total gaji Anda untuk dana kebutuhan hidup. Dengan 40% dari uang gaji, Anda harus bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, misalnya dana konsumsi bulanan, transportasi kerja, sewa kost dll.

 

PRINSIP KEDUA: 30% DANA CICILAN

Jika Anda memiliki pinjaman, Anda bisa mengalokasikan 30% dari total gaji untuk membayar cicilan pelunasan pinjaman tersebut. Namun, jika Anda tak memiliki cicilan apa pun, Anda boleh menggunakan dana ini untuk dana investasi atau dana cadangan per bulan. Jangan berutang untuk membeli barang yang sifatnya konsumtif. Ada satu kutipan dari bapak Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia, tentang bagaimana mengatur pengeluaran. Kutipannya sebagai berikut “If you buy things you do not need, soon you will have to sell things you need”.

 

PRINSIP KETIGA: 20% DANA DARURAT

Dana darurat adalah uang yang sengaja disisihkan untuk kebutuhan darurat, misalnya untuk biaya kesehatan, asuransi kesehatan, asuransi jiwa. Jika memungkinkan, Anda bisa mengambil sebagian dari 20% dana darurat ini untuk dana investasi. Untuk Anda yang menjadi tulang punggung keluarga, maka sebaiknya adalah memiliki dana darurat sebesar 6 – 12 kali pengeluaran untuk yang sudah berkeluarga atau 3 – 6 kali yang masih lajang. Dana darurat bisa disimpan pada instrumen yang aman dan mudah dicairkan seperti tabungan, deposito, reksa dana, pasar uang dan emas. Namun setidaknya sebagian kecil dari dana darurat tersebut sebaiknya ditempatkan di tabungan yang mudah dicairkan

 

PRINSIP KEEMPAT: 10% DANA KEBAIKAN

Dengan gaji yang Anda dapatkan, Anda wajib menyisihkan 10% untuk uang kebaikan. Uang kebaikan adalah uang yang ditujukan untuk hal-hal yang sifatnya untuk sosial, menolong orang lain, atau untuk bersedekah. Uang kebaikan ini bisa Anda alokasikan untuk beragam hal, misalnya menyantuni tetangga yang membutuhkan, sumbangan ke panti asuhan, dan beragam hal bermanfaat lainnya.

 

Jika Prinsip di Atas Tidak Bisa Diterapkan, Lakukan Cara Ini

Jika ternyata angka-angka tersebut tak bisa diterapkan atau kurang cocok jika diterapkan, maka ubah rencana Anda. Misalnya saja Anda tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup hanya dengan 40% dari uang gaji UMR. Lalu, apa solusinya?

 

1. MERUBAH/ MENURUNKAN GAYA HIDUP

Menurunkan gaya hidup – karena tuntutan untuk “bergaya” dalam hidup, terkadang sebagian orang menghabiskan uang lebih banyak dari kemampuannya. Dengan menurunkan gaya hidup seperti menggunakan HP yang lebih murah, tidak makan di restoran, tidak sering jalan-jalan ke mal dan lainnya biaya kebutuhan hidup bisa dikurangi.

 

2. CARI PENGHASILAN TAMBAHAN

Jika dengan gaji UMR saja ternyata kebutuhan sehari-hari Anda masih belum tercukupi, maka Anda perlu mencari penghasilan tambahan. Silakan cari penghasilan tambahan sesuai dengan kemampuan Anda.

 

3. BEDAKAN KEINGINAN DENGAN KEBUTUHAN

Dalam membelanjakan uang gaji, sebaiknya Anda melakukan pemilahan. Bedakan antara hal yang Anda inginkan dan Anda butuhkan. Beli atau keluarkan uang hanya untuk barang atau sesuatu yang memang Anda butuhkan.

 

Kesimpulan:

Mengelola keuangan memang tidak mudah. Namun, Anda perlu belajar tentang mengelola gaji UMR agar kesejahteraan bisa didapat. Angka pada prinsip 40-30-20-10 di atas tidaklah mutlak. Anda bisa mengubah sedikit angka-angka di atas agar sesuai dengan kebutuhan Anda. Angka-angka di atas hanyalah sebuah acuan. Jadi, sebenarnya bukan masalah nominal, kalau Anda pintar memanajemen keuangan tentunya Anda akan selau berkecukupan dengan berapapun gaji yang Anda terima.

 

Source:

Share Artikel