09 April 2019

10 Cara untuk membuat karyawan lebih produktif

Sebagai manajer, salah satu tanggung jawab terbesar Anda adalah menginspirasi orang lain untuk menjadi karyawan terbaik. Jika berhasil, maka Anda akan melihat karyawan lebih produktif, efisien, dan bahagia dengan pekerjaan. Tapi, ini adalah tantangan yang sulit. Anda harus menemukan cara untuk menyeimbangkan pola pikir untuk berfokus membantu orang lain sambil tetap menyelesaikan pekerjaan sendiri.

Sebenarnya tidak ada panduan khusus yang benar-benar valid untuk bisa membuat Anda menjadi bos ideal. Anda bisa memelajari semuanya dari buku, pengalaman, atau pelatihan. Tapi, Anda bisa mengikuti 10 cara taktis untuk membantu karyawan menjadi lebih produktif seperti disarikan dari situs Entrepreneur berikut ini.

Jadi diri sendiri. Anda sendiri bisa sampai di posisi manajer dengan kerja keras yang luar biasa. Anda menunjukkan produktivitas kerja yang baik sehingga diusulkan mendapat promosi untuk menduduki kursi pimpinan. Jadi, sekarang Anda hanya perlu melanjutkan kinerja baik tersebut dalam peran dan tanggung jawab yang berbeda. Anda cukup jadi diri sendiri. Tidak usah meniru gaya kepemimpinan orang lain. Jika Anda menunjukkan kerja keras pada karyawan, maka karyawan juga akan merasakan semangat untuk memberikan kontribusi yang besar untuk tim dan perusahaan.

Ciptakan budaya transparan serta berbagi saran dan kritik. Sangat sulit mengakui kesalahan saat Anda berada di kursi pimpinan. Anda merasa harus selalu benar dan tanpa cela sehingga bisa menjadi contoh yang baik untuk karyawan. Padahal, jika Anda pernah berbuat kesalahan, maka akuilah secara terang-terangan. Hal ini akan membangun budaya kejujuran dan transparan di tempat kerja.

Nantinya, setiap orang di kantor akan merasa bebas untuk menjadi diri sendiri dan terbaik di kantor. Setelah berhasil menciptakan budaya kejujuran, biasakan melakukan perbaikan. Sebaiknya, atasan bisa berperan sebagai orang yang memberi saran, kritik dan pengajaran untuk masa mendatang. Pada akhirnya, masing-masing individu akan berusaha untuk memerbaiki diri untuk lebih produktif.

Mengenali karyawan secara personal. Coba luangkan waktu untuk mengenali karyawan Anda secara pribadi. Anda bisa berkeliling ruangan sebentar pada Senin pagi dan memberikan perhatian khusus pada staf. Misalnya, Anda mengetahui seseorang tidak masuk kantor beberapa hari pekan lalu, kemudian Anda bisa menanyakan kabar kesehatannya di awal pekan ini. Atau ketika seseorang berselisih pendapat dengan rekan kerja pada rapat mingguan sebelumnya. Anda bisa tanyakan apakah kedua belah pihak sudah menemukan solusi.

Dengan membangun hubungan yang kuat, Anda akan memahami hal yang memotivasi karyawan, seseuatu yang disukai staf, dan pekerjaaan yang sedang dilakukan. Ketika seorang karyawan mengetahui bahwa atasan peduli dengan kesuksesan bawahan, dia akan memiliki motivasi untuk bekerja lebih keras untuk perusahaan dan atasan. Sebagai bonus, Anda akan lebih mudah saat menyampaikan kritik di masa mendatang.

Menghargai pekerjaan yang baik. Banyak karyawan yang terperangkap dalam dunianya sendiri. Mereka tenggelam dalam rutinitas tanpa mendapat pengakuan atas pekerjaannya. Sebagai pemimpin, Anda perlu memerhatikajn usaha, pertumbuhn dan hasil kerja karyawan sehingga bisa memberi penghargaan pada orang yang tepat –bukan berdasarkan subjektivitas-. Penghargaan bisa menjadi motivasi bagi seseorang agar bekerja lebih baik lagi.

Memberikan dukungan berupa teknologi. Banyak orang yang menghabiskan waktu lama untuk mengerjakan tugasnya. Padahal, di saat yang bersamaan sudah ada aplikasi atau teknologi terbaru yang bisa membantu menyelesaikan tugas secara otomatis atau lebih cepat. Jadi, manajemen semestinya bisa membantu pekerjaan karyawan dengan mengeluarkan dana untuk sebuah aplikasi berbayar agar karyawan bisa bekerja lebih cepat. Setelah itu, karyawan bisa menggunakan tenaganya untuk melakukan pekerjaan lain.

Mendorong pengambilan risiko. Jika ada proyek yang berisiko besar, maka karyawan akan takut untuk ambil bagian. Mereka dibayangi kecemasan penilaian buruk, kritik keras, hingga kemungkinan pemecatan. Tapi, Anda harus bisa mengubah pola pikir tersebut. Jangan mengancam karyawan dengan kemungkinan negatif, tapi justru mendorong mereka untuk lebih ambisius sehingga mau mencoba sesuatu yang baru. Jika karyawan berani mengambil risiko, maka Anda akan mendapatkan staf yang lebih percaya diri dan mampu menelurkan sebuah inovasi.

Tanamkan misi perusahaan pada karyawan. Salah satu tantangan terbesar di perusahaan adalah membuat setiap karyawan bersemangat dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Ketika orang memahami misi perusahaan dan mengamininya, maka dia akan bekerja dengan kemampuan terbaiknya. Dia akan bekerja dengan sekuat tenaga untuk mendukung tujuan perusahaan.

Memberikan otonomi pada karyawan. Anda bisa berbicara pada karyawan dan tanyakan tentang jenis tugas yang ingin mereka lakukan. Kemudian Anda juga dapat mendorong karyawan untuk mengajukan dan berusaha mencapainya. Hal ini akan mendorong karyawan untuk bekerja lebih keras, bertanggung jawab dan produktif.

Memberi kebebasan. Panduan kerja yang kaku hanya akan membuat karyawan merasa tidak nyaman. Daripada membuang waktu karyawan untuk memelajari cara kerja karyawan terdahulu, lebih baik Anda memberi kebebasan pada mereka untuk mencari cara sendiri yang lebih efisien. Hal ini akan membuat karyawan lebih produktif. Sebagai manajer, Anda hanya perlu memantau dan memastikan bahwa hasil kerja karyawan sesuai yang diharapkan perusahaan.

Mempekerjakan orang terbaik. Di dunia ideal, Anda bisa mempekerjakan orang-orang yang sangat bersemangat dengan pekerjaan, mengetahui cara menghadapi ambiguitas, dan memahami memotivasi diri. Tapi, Anda tidak selalu mendapat karyawan ideal. Jadi, tugas Anda adalah mempekerjakan orang biasa, tapi mau terus belajar dan mendengarkan. Sehingga Anda bisa membentuk individu sebagai karyawan yang mendekati ideal.

Sumber : https://www.qerja.com/journal/view/10487-10-cara-untuk-membuat-karyawan-lebih-produktif/

Share Artikel