25 Juli 2018

Pengaruh Teknologi Terhadap Pelamar

Pesatnya teknologi membuat kita memudahkan segala urusan kita dalam segala hal termasuk dalam pencarian kerja. Banyaknya aplikasi atau web jobseeker membuat pelamar dimudahkan dalam pencarian kerja baik yang berpengalaman maupun freshgraduate. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan juga ketika kita akan melamar online pada sebuah aplikasi atau web antara lain

  • Surat lamaran yang terbaru
    Selalu perbarui surat lamaran, sebelum file tersebut diupload ke website recruitmen perusahaan. Menghindari dari salah nama, alamat tujuan perusahaan dan juga penulisan tanggal. Setelah diubah nama, alamat tujuan perusahaan dan tanggal, tidak ada salahnya jika sebelum diupload kembali surat lamaran tersebut dibaca dengan teliti. Itu semua dilakukan untuk menghindari salah ketik atau kurangnya huruf pada kalimat-kalimatnya. Penggunakan kata yang sesuai dengan kamus besar bahasa Indonesia juga memberikan dampak positif, karena dari surat lamaran yang ditulis dapat mencerminkan pelamar memiliki kemampuan dalam menulis yang baik dan benar.

 

  • Selalui perbarui curriculum vitae (CV)
    Curriculum vitae atau daftar riwayat hidup adalah dokumen yang memberikan gambaran mengenai pengalaman seseorang dan kualifikasi lainnya. https://id.wikipedia.org/wiki/Curricullum_vitae 
    Sehingga yang perlu diperhatikan adalah memperbarui data diri sehingga selalu up-to date, sehingga pihak perusahaan dapat mengetahui data diri terbaru pelamar. Data diri diubah hanya jika ada yang memang harus diubah, seperti nomer telfon yang mungkin sudah ganti. Karena jika pelamar sudah sampai tahap wawancara dan data diri pelamar tidak sesuai, itu akan menjadikan penilaian yang kurang baik, bisa jadi proses wawancara dihentikan karena data diri tidak terupdate.

 

  • Pastikan data diri anda  terisi dengan lengkap

Dalam melamar pekerjaan secara online, pelamar akan dibawa ke sebuah situs recruitmen perusahaan. Dalam situs tersebut terdapat beberapa kolom yang harus diisi. Pastikan kelengkapan isi kolom-kolom data diri tidak ada yang kosong. Karena biasanya, perusahaan akan melihat seberapa lengkap data diri pelamar terisi lengkap. Terlihat kosong dalam 1 kolom saja, akan mengurangi nilai. Bahkan bisa saja formulir pendaftran online kita tidak dilihat karena ada kolom data diri yang kosong. Pastikan kembali dengan membaca semua kolom yang sudah terisi dan benar, sesuai dengan data diri sebelum menekan tombol kirim.

 

 

Selain informasi diri yang lengkap ketika melamar kita juga harus mengetahui lowongan yang jelas dari perusahaan yang akan kita lamar untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan. Ciri – ciri lowongan palsu yang sebagai berikut:

 

  • Tulisan Lowongan yang Buruk

 

Lowongan kerja yang benar selalu ditulis dengan teliti. Jika kamu menemukan lowongan di situs pencari kerja yang mengandung terlalu banyak typo, bisa dipastikan lowongan tersebut palsu. Kesalahan ketik seperti salah eja, salah penggunaan huruf kapital, dan tanda baca sangat mungkin dilakukan oleh para pemalsu lowongan kerja di situs pencari kerja. Selain itu, jika kamu menemukan lowongan di situs pencari kerja yang aneh secara tata bahasa dan kosa kata, besar kemungkinan lowongan tersebut palsu. Terkadang, para pemalsu lowongan kerja tidak ragu untuk menerjemahkan secara harafiah lowongan dari bahasa asing menggunakan situs penerjemah seperti Google Translate.

Penulisan lowongan kerja yang sembrono tidak mungkin dilakukan oleh sebuah perusahaan. Perusahaan yang benar-benar mencari calon karyawan pasti memikirkan penulisan lowongannya dengan matang. Lowongan kerja yang dipasang di situs pencari kerja bahkan bisa menjadi salah satu media branding yang digunakan perusahaan agar memiliki kesan bonafide.

  • Tidak Butuh Pengalaman

Bagi seorang fresh graduate, pengalaman yang minim terkadang menjadi halangan untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Sayangnya peluang ini sering dimanfaatkan oleh para pemalsu lowongan kerja di situs pencari kerja. Lowongan kerja palsu tersebut biasanya menawarkan pekerjaan yang tidak membutuhkan pengalaman kerja sebelumnya. Jika sebuah perusahaan yang asli menggunakan situs pencari kerja untuk mencari fresh graduate, biasanya mereka mencantumkan suatu persyaratan khusus berupa pendidikan minimal jurusan tertentu. Perusahaan yang benar-benar mencari karyawan akan sangat menghargai pengalaman sekecil apapun itu seperti magang. Berhati-hatilah pada lowongan kerja di situs pencari kerja yang mengesankan semua orang bisa melakukan pekerjaan tersebut.

  • Gaji yang Fantastis

Berhati-hatilah saat mencari pekerjaan melalui dunia maya di situs pencari kerja, terutama tentang nominal gaji yang ditawarkan. Tanda ketiga yang bisa kamu perhatikan pada lowongan kerja palsu adalah gaji yang terlampau tinggi. Gaji fantastis tersebut diharapkan dapat menarik perhatian para jobseeker yang mudah tergiur. Jangan mudah percaya pada gaji yang ditunjukkan di lowongan kerja dalam situs pencari kerja. Untuk menghindari penipuan, sebaiknya kamu melakukan sedikit riset tentang nominal gaji rata-rata untuk suatu profesi.

  • Meminta Sejumah Uang

Sebuah lowongan di situs pencari kerja yang palsu biasanya menipu para job seeker dengan cara meminta sejumlah uang dari mereka. Jika ada sebuah perusahaan yang menawarkan sebuah posisi pekerjaan di situs pencari kerja, namun memintamu untuk melakukan sebuah transaksi uang untuk mereka, kamu patut mencurigai perusahaan tersebut. Alasan yang mungkin mereka gunakan adalah kamu harus membayar asuransi untuk barang yang akan kamu gunakan dalam pekerjaan tersebut. Hal ini sangat tidak masuk akal. Perusahaan mencari seorang karyawan dari kompetensinya dan membayarnya, bukan malah meminta sejumlah uang.

  • Penawaran Mendadak

Satu cara lain yang bisa dilakukan oleh para penipu dalam lowongan di situs pencari kerja adalah langsung menawarkan suatu posisi pekerjaan kepada individu. Jika kamu ditawari untuk mengambil pekerjaan tersebut secara langsung saat kamu melamarnya di situs pencari kerja, sebaiknya kamu mulai berhati-hati. Setiap karyawan yang direkrut oleh perusahaan yang benar-benar profesional pasti dipilih dengan hati-hati. Perusahaan membutuhkan waktu untuk mengenal setiap kandidat, memilih, kemudian melakukan tes dan wawancara sebelum benar-benar yakin untuk merekrutmu. Penawaran pun biasanya dilakukan secara tatap muka di kantor perusahaan yang bersangkutan karena berkaitan dengan kontrak kerja serta legalitas hukum.

  • E-mail Tidak Profesional

Jika setelah kamu melamar suatu pekerjaan di situs pencari kerja, kamu tiba-tiba mendapat e-mail dari orang yang tidak dikenal dengan alamat pribadi dengan domain umum, kamu patut curiga. Seorang hiring manager biasanya menggunakan akun e-mail dengan domain perusahaan tempat ia bekerja, misalnya nama@glints.com, dalam mengirim surat yang berhubungan dengan pekerjaannya.

Penipu akan menggunakan alasan server perusahaan sedang down jika ditanya tentang alamat email tersebut. Selain itu, kamu juga perlu berhati-hati jika email yang kamu terima tidak mencantumkan alamat dan kontak perusahaan yang bersangkutan.

 

  • Meminta Informasi Pirbadi

Salah satu tujuan para pemalsu lowongan pekerjaan di situs pencari kerja adalah untuk mendapatkan informasi pribadi dan mendapatkan uang dari data tersebut. Jika kamu dimintai informasi seperti rekening bank atau asuransi, bisa dipastikan itu adalah lowongan pekerjaan palsu. Cara lain yang mereka gunakan adalah dengan menggunakan suatu websitekhusus di mana kamu diminta untuk mengisi formulir yang mengandung informasi yang rahasia dengan alasan “mendaftarkanmu ke dalam asuransi perusahaan”. Untuk menghindari hal ini, kamu bisa mengecek apakah websitetersebut aman. Website yang aman memiliki awalan “https://”, bukan “http://”.

Keaslian lowongan kerja sangat penting baik bagi perusahaan maupun pencari kerja. Lowongan kerja palsu yang tersebar di situs pencari kerja bisa jadi merusak nama baik perusahaan yang dicatut namanya, apalagi jika terdapat unsur penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, pencari kerja juga pasti dirugikan karena privasi datanya yang tersebar ke tangan yang salah. Para pencari kerja memang sangat rentan mendapatkan penipuan karena dianggap sebagai orang yang sedang membutuhkan uang. Namun alih-alih mendapatkan uang, jika kamu sampai tertipu dengan lowongan kerja palsu di situs pencari kerja, kamulah yang mengeluarkan uang dan menyerahkannya secara tidak sengaja pada si penipu.

Sumber: https://glints.com/id/lowongan/lowongan-palsu-di-situs-pencari-kerja/

Sumber:  https://pustaka.kerjabilitas.com/index.php/tips-karir/item/342-3-hal-penting-saat-melamar-pekerjaan-secara-online

Share Artikel