Wawancara adalah bagian dari proses penerimaan karyawan yang sering kali membuat banyak orang merasa ketar-ketir. Berbeda dengan proses lainnya misalnya psikotes atau tes keterampilan yang mungkin masih bisa ditebak, wawancara sama sekali tidak terduga, baik mengenai karakter pewawancara maupun pertanyaan yang akan diajukan. Satu hal yang pasti, proses wawancara mempunyai tujuan tertentu. Bisa saja dimaksudkan untuk lebih mengetahui keterampilan teknis yang dimiliki pelamar, mengetahui kepribadian pelamar, atau sekadar mengetahui kemampuan pelamar menangani berbagai situasi yang berbeda.

Tes wawancara biasanya terdiri dari dua tahap, yaitu wawancara tim HRD dan tim User. Pada tahapan tes ini, kita akan bertemu langsung dengan pihak perusahaan. Oleh karena itu, sebaiknya kita melakukan persiapan matang agar bisa memberikan jawaban dan performa terbaik. Beberapa persiapan yang dilakukan sebelum menghadapi wawancara kerja antara lain:

  1. Berikan Penampilan Terbaik

Dalam tes wawancara, prinsip don’t judge a book by its cover alias “jangan menilai seseorang dari penampilannya” ini tidak berlaku. Hal ini karena pewawancara tidak mempunyai banyak waktu untuk menggali jauh kepribadian dalam waktu singkat. Oleh karena itu, hal utama yang akan diperhatikan oleh pewawancara adalah penampilan. Logikanya, apabila Anda tidak dapat mengurus diri sendiri, bagaimana bisa mengurus pekerjaan dengan baik?

  1. Datang Lebih Awal

Dengan datang lebih awal, Anda akan memiliki waktu yang dapat digunakan untuk mengatur emosi, mengontrol stres yang tidak perlu, mengumpulkan pikiran agar tetap fokus, dan menyempurnakan persiapan lainnya, seperti merapikan pakaian dan make up. Anda juga dapat mengetahui lokasi tes wawancara dan tempat-tempat tertentu yang diperlukan, seperti toilet dan tempat salat.

  1. Menetapkan Harapanmu

Pada umumnya, sebelum melakukan tes wawancara Anda akan diberi formulir wawancara. Biasanya isinya adalah informasi tambahan yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan, seperti gaji yang diharapkan dan kesediaan untuk ditempatkan di luar kota/provinsi. Jangan mematok gaji yang tidak rasional dan lebih baik Anda sebelumnya sudah menentukan jenis pekerjaan yang Anda inginkan.

  1. Ketuk Pintu dan Bersalaman dengan Pewawancara

Setelah nama Anda dipanggil, ketuklah pintu ruangan terlebih dahulu, dan buka perlahan sambil memberi salam dengan senyum hangat. Setelah Anda dipersilakan duduk, jabatlah tangan pewawancara untuk mencairkan suasana yang tegang saat proses wawancara. Pewawancara akan mengetahui karakter Anda melalui cara Anda berjabat tangan, oleh karena itu jabatlah tangan mereka dengan penuh keyakinan.

  1. Saat Wawancara Dimulai, Lakukan Kontak Mata

Saat wawancara dimulai, pandanglah kedua mata pewawancara. Kemudian berilah kesempatan pada pewawancara untuk memulai pembicaraan. Saat Anda menjawab pertanyaan pewawancara, usahakan tatapan mata tidak kosong atau melamun. Hal ini berguna agar pewawancara berpikir bahwa Anda orang yang sangat serius untuk mendapatkan pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan mereka.

  1. Perlihatkan Minat dan Semangat

Tetaplah terlihat ekspresif selama proses wawancara berlangsung. Ekspresi wajah akan sangat berpengaruh terhadap mood pewawancara. Ekspresi yang monoton tidak akan membuat pewawancara berminat dan yakin dengan kemampuanmu. Jawablah pertanyaan dan ceritakan tentang pengalaman Anda dengan penuh semangat. Tunjukkanlah bahwa Anda benar-benar menginginkan posisi yang ditawarkan dan yakinkanlah pewawancara bahwa Anda pantas untuk mendapatkan posisi tersebut.

  1. Menjawab Pertanyaan dengan Jelas dan Singkat

Dalam sebuah wawancara, ada beberapa pertanyaan kunci yang sebaiknya dijawab dengan singkat namun jelas. Contoh pertanyaan yang diajukan adalah “Apa kelebihan dan kekuranganmu?”, “Apa latar belakang Anda memilih pekerjaan ini?”, “Mengapa perusahaan kami harus memilih Anda bergabung?” dan lain sebagainya. Usahakan Anda menjawab pertanyaan sesuai dengan jalur, dan jangan berikan jawaban yang menimbulkan pertanyaan baru atau membingungkan. Berikanlah jawaban yang tegas dan tidak bertele-tele.

  1. Aktif dalam Percakapan

Ciptakan hubungan yang akrab dengan pewawancara dan ajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan yang Anda harapkan. Misalnya tentang peraturan perusahaan, kebijakan perusahaan, hak dan kewajiban Anda apabila diterima bekerja. Dengan aktif dalam percakapan dan mengajukan pertanyaan, Anda mendapatkan informasi yang lengkap juga akan memberikan kesan positif kepada pewawancara.

  1. Tetap Rendah Hati

Walaupun Anda sudah cukup berpengalaman dalam bidang pekerjaan yang Anda lamar, tetaplah bersikap rendah hati. Jangan sampai Anda meremehkan persyaratan dan pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara. Jawab pertanyaan dengan senyuman dan jawaban yang mengesankan. Sikap rendah hati yang Anda miliki akan sangat disukai, meskipun Anda memiliki pengalaman yang lebih dan merupakan lulusan terbaik sekali pun. Hal inilah yang akan menjadi cermin sikap Anda jika Anda diterima bekerja nanti.

  1. Mengucapkan Terima Kasih

Setelah tes wawancara selesai, jangan langsung meninggalkan ruangan begitu saja. Ucapkanlah terima kasih kepada pewawancara, karena Anda telah diberi kesempatan untuk diwawancarai. Lalu jabat tangan mereka dengan mantap. Secara tidak langsung, perilaku ini akan memberikan kesan kepada pewawancara bahwa Anda orang yang memiliki good manner dan serius dalam memperjuangkan posisi pekerjaan tersebut.

Demikian beberapa saran persiapan menghadapi wawancara kerja. Semoga bermanfaat, selamat berjuang, dan semoga sukses meraih pekerjaan impian!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked