23 Agustus 2019

JAWABAN PELAMAR YANG MENJEBAK HRD SAAT INTERVIEW

“Pertanyaan  Yang Menjebak Saat Interview” itulah judul artikel yang sering sekali kita dengar, bagaimana ternyata yang menjebak itu justru jawaban dari pelamar tersebut. Maka dari itu yang terjebak adalah HRDnya bukan lagi pelamar yang “dijebak” oleh HRDnya, hehe.

Dibawah ini adalah artikel menarik yang saya baca di halaman website http://younghrd.blogspot.com/search/label/Recruitment terkait bagaimana selaku HRD dapat terpukau dengan jawaban sang pelamar kerja.

Terkadang kita terpukai dengan jawaban yang indah dan logis namun belum tentu jawaban yang dimaksud pelamar sama dengan apa yang kita maksud dengan kata-kata indah tersebut. Mari kita lihat percakapan dalam sebuah wawancara kerja dibawah ini:


Interviewer : Apakah Anda lebih senang bekerja seorang diri atau dalam tim?
Kandidat : “Bergantung pada pekerjaan yang harus saya selesaikan. Tentu saja saya dapat bekerja dalam tim.”

Analisis Jawaban Kandidat : “Bergantung pada pekerjaan yang harus saya selesaikan" -> ada sisi lain jawaban yg sebenarnya dipilih oleh Kandidat. Artinya Kandidat masih memilih pekerjaan yang dilakukan seorang diri."

"Tentu saja saya dapat bekerja dalam tim.” --> dapat bekerja dalam tim tidak sama dengan senang bekerja dalam tim, artinya Kandidat justru menegaskan bahwa dirinya lebih memilih bekerja sendiri.

Kandidat ini tidak melakukan direct answer (jawaban langsung) pada pertanyaan interviewer, karena ada pertanyaan yang dianggap sensitif oleh Kandidat.

Di dalam interview membutuhkan suatu keahlian yang mengupas kata-kata atau kalimat sehingga dapat mengetahui makna-makna yang tersirat. Keahlian ini dikenal dengan Statement Analysis. Statement Analysis telah digunakan oleh Jerman sejak tahun 1954 untuk mengungkap berbagai macam kasus kriminal. Statement Analysis juga digunakan oleh FBI untuk melatih para agen-agennya agar handal dalam melakukan wawancara maupun interogasi.

"What you see, what you hear, nothing is what it seems"
- Apa yang Anda lihat, Anda dengar, tidak seperti yang tampak

Sebagai HRD atau Recruiter harus benar-benar teliti saat melakukan interview dengan kandidat. Alih-alih kita yang ingin menjebak menggunakan pertanyaan-pertanyaan pamungkas, malah kita yang dijebak oleh jawabannya yang indah bak istana megah di gurun pasir, hehe.

Dalam artikel ini juga pelamar dapat mengabil hikmah bahwa berkata-kata indah dan logis bisa meluluhkan hati seorang HRD. Namun pada dasarnya sebagai pencari kerja jangan terlalu membesar-besarkan perkaatan jika pada faktanya Anda tidak dapat melakukan apa yang Anda banggakan. Malu kan jika sudah diterima bekerja namun tidak dapat mengerjakan apapun yang Anda sanggupi (faktanya tidak bisa) pada saat interview?

Author : Prawdiya Wulansari
Sumber : http://younghrd.blogspot.com/search/label/Recruitment

Share Artikel